... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 27 Desember 2013
CINTA TITIK
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Senin, 23 Desember 2013
TELINGA UNTUK KAMU
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Sabtu, 21 Desember 2013
FILOSOFI MEMANAH
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Rabu, 11 Desember 2013
MENGAPA BEBEK MENGUIK DAN ELANG TERBANG (TAXI BINTANG LIMA)
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 10 Desember 2013
Hari Ini Adalah Hari Pertama Dari Sisa Hidupku!
... baca selengkapnya di ATUR KEUANGAN Rencana Finansial Nomor 1
Sabtu, 07 Desember 2013
PATUNG DAVID
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 17 September 2013
Kinematika dengan Analisi Vektor
Pada bagian ini kita akan mempelajari tentang vektor posisi, perpindahan, kecepatan dan percepatan dari sebuah partikel yang bergerak dua dimensi pada suatu bidang. Karakteristik gerak pada bidang melibatkan analisis vektor dua dimensi, dimana vektor posisi perpindahan, kecepatan dan percepatan dinyatakan dalam suatu vektor satuan i (sumbu x) dan vektor satuan j (sumbu y). Misalnya vektor posisi r dinyatakan dengan r = xi + yj dengan (x, y) menyatakan koordinat partikel pada suatu saat t.
Secara hierarki vektor posisi r berada di atas, diikuti oleh vektor kecepatan v dan paling bawah adalah vektor percepatan a. Tentu saja jika diketahui vektor diatas, maka vektor yang dibawahnya dapat ditentukan dengan kemiringan grafik fungsi atau turunan pertama fungsi. Sedangkan jika diketahui vektor yang dibawah, maka vektor yang diatasnya dapat ditentukan dengan luas di bawah grafik fungsi atau integral dari fungsi. Karena itu sebagai prasyarat untuk mempelajari bahasan ini, kita harus mempelajari dahulu tentang turunan dan integral dari fungsi sederhana.
Pada bagian ini kita juga akan mempelajari aplikasi gerak partikel pada bidang dalam keseharian, yaitu gerak parabola. Gerak parabola adalah resultan dari gerak lurus beraturan pada sumbu x dan gerak lurus berubah beraturan pada sumbu vertikal y.
Secara hierarki vektor posisi r berada di atas, diikuti oleh vektor kecepatan v dan paling bawah adalah vektor percepatan a. Tentu saja jika diketahui vektor diatas, maka vektor yang dibawahnya dapat ditentukan dengan kemiringan grafik fungsi atau turunan pertama fungsi. Sedangkan jika diketahui vektor yang dibawah, maka vektor yang diatasnya dapat ditentukan dengan luas di bawah grafik fungsi atau integral dari fungsi. Karena itu sebagai prasyarat untuk mempelajari bahasan ini, kita harus mempelajari dahulu tentang turunan dan integral dari fungsi sederhana.
Pada bagian ini kita juga akan mempelajari aplikasi gerak partikel pada bidang dalam keseharian, yaitu gerak parabola. Gerak parabola adalah resultan dari gerak lurus beraturan pada sumbu x dan gerak lurus berubah beraturan pada sumbu vertikal y.
- Posisi Partikel pada Suatu Bidang
- Kecepatan
- Percepatan
- Gerak Parabola
- Posisi Sudut, Kecepatan sudut dan Percepatan Sudut
Dalam keseharian yang lazim terjadi partikel bergerak pada suatu bidang atau bahkan ruang. Misalnya ketika kita berlari meninggalkan rumah, maka disini kita bergerak di atas (bidang) tanah. Ketika adik kita bermain mobil-mobilan, maka mobil-mobilan bergerak di atas bidang lantai. Bagaimanakah kita menyatakan posisi partikel yang sedang bergerak pada suatu bidang (dua dimensi)?
Menyatakan posisi partikel pada suatu bidang dengan vektor satuan
Apa itu Vektor satuan
Kita akan menyatakan posisi sebuah partikel pada suatu bidang dengan menyatakan koordinatnya terhadap dua sumbu yang saling tegak lurus, yaitu sumbu x dan sumbu y. Vektor satuan pada sumbu x diberi lambang i dan pada sumbu y diberi lambang j. Karena i dan j disebut vektor satuan, maka tentu saja besar dari vektor ini sama dengan satu.
Langganan:
Komentar (Atom)